Kamis, Mei 12, 2005

being grow up!

Menjadi dewasa siapa yg kgk kepengen. Bisa ngelakuin apa aja. Pergi nonton, pulang malam, punya pacar, sapa yg nggak kepengen. Tapi pikiran dewasa itu nggak tgantung usia. Kematangan bpikir tak bpengaruh dgn kamu makannya apa, tinggal dimana, kelas berapa, berapa uang didompet…nggak sama sekali. Tapi bgantung pd pengalaman mhadapi tantangan dan mampu menerima apa yg akan/sudah tjadi dan cara kita menyikapinya

Sebenarnya mjadi dewasa itu konsekuensiny besar banget. Tanggungjawab itu hal yg paling besar. Tapi pernah nggak bpikr sesuatu bahwa mjadi dewasa itu hrs siap kehilangan sesuatu. Apa ya? nggak tahu tapi yg itu memang tjadi. Bberapa teman menjalini proses dewasa menuju kematangan saat ia harus kehilangan ortunya. Otomatis ia harus mampu berdiri sendiri mjadi penyokong keluarga. Saat kehilangan orang yg mjadi sandaran, kita sepertiny oleng n goyah, hidup rasany segera berakhir. Untuk bangkit kita perlu ratusan ribu power supply! Jika jalannya benar waktu kemudian mendidik kita mjadi pribadi yg tangguh. Kehilangan orang yg kita cintai (baca pacar misalny) beberapa teman menjadikan ini sbagai pelajaran bagus tak kala menyikapi masalah percintaan temanny. Dengan alasan pernah mengalaminya mereka saling bbagi dan menjadikan itu pelajaran manis yg bs mbawa manfaat bagi temen lainnya yg lagi punya problem cinta.

Pernah didepak dr rumah, diDO sekolah, tinggal dijalan itu jg mjadi factor seseorg cpt memiliki kematangan bpikir, meskipun py orientasi beda. Kumpul sama teman/komunitas beda jg ngajarin kita banyak pengalaman hidup. Begaul sama aneka pribadi jd cara lain memandang dunia yg penuh warna. Dari situ kita jd tau ada dunia-dunia lain diluar dunia kita, dan itu menarik. Ikut organisasi dan menyelesaikan masalah bersama jadi contoh pelajaran hidup lain. Waktu gw kena damprat coordinator kesiswaan dgn senyuman kalian menghampiri gw dan membesarkan hati gw sekalipun gw ngerasa itu berlebihan, tapi gw jadi menyadari satu hal kalian ada dan selalu ngedukung gw hikhikhikhik…

Beberapa kita baru menyadari setelah bbuat kesalahan bahkan fatal. Coba obat terlarang, katakanlah demikian. Setelah udah mo mati baru sadar, kemudian bangkit, n ganti profesi jadi konseler. Itu juga contoh pelajaran hidup yg mahal banget. Selanjutnya orang2 kyk gini kemudian dgn arifnya bkata ‘gw tidak ingin orang lain seperti gw!’

Apapun jalan yg Tuhan berikan buat kita menuju dewasa itu adlah cara tbaik yg Tuhan perhitungkan untuk kita. Jika terpuruk kita harus bangkit. Karena selama Tuhan masih memberikan kita kesempatan berubah kita harus pergunakan dengan baik.

Tidak ada komentar:

 
;