Kamis, Juli 21, 2005
hERRRo
Hari ini aku kembali melihat sosok pahlawan. Tidak berbadan besar, tidak pula bersenjatakan canggih ataupun berparas seperti biasanya superhero. Dalam perjalanan menuju kampus dengan tenang aku memandangi sekelilingku. Aku memang sedang tidak tergesa-gesa. Abang membuatku tenang dengan mengantarkanku. Aku melihat sosok seorang tukang sapu jalanan, seorang tukang sayur, dan seorang penjaja makanan. Padahal malamnya aku menyaksikan reality show dimana seorang yg renta yg seharusny sudah bstirahat menjadi penjual serabi dibandung hanya demi cucu semata wayangnya yang ibunya bekerja menjadi TKW. Mereka semua adalah wanita. Aku hanya tersenyum, sejenak kemudian aku mengingat apa yang mamam lakukan untukku. Mereka melakukan semuanya bukan karena dilandasi kebutuhan hidup tapi cinta mereka pada keluarga. Aku sungguh beruntung meskipun memiliki mamam yang juga berjuang untuk semuanya tapi kami lagi-lagi lebih beruntung. Mama tidak berada pada posisi seletih dan seberat yang mereka perjuangkan. Aku terharu saat kulihat mama berusaha menggapai kreknya padahal disampingnya duduk adikku, maia. Ia tak merepotkan anak-anaknya sekalipun ia dapat minta itu. ma…minni sayang mamam.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar