Lelah. Kurasa itulah kata yang tepat untuk kugambarkan. Tapi kenapa rasanya lebih dari sekedar sebuah rasa lelah. Kenapa ini begitu berat. Rasanya lebih berat dari sekedar mengangkat beban berat. Kenapa aku terisak tapi air mataku tak juga jatuh. Rasanya aku sudah trlalu lama menyimpan segumpal kemarahan yang kini sudah tak dapat kubendung lagi. Rasanya sakit sekali, ingin teriak, ingin marah, ingin menangis tapi tatapan mata mereka tertuju padaku. Aku tak lagi menangisi lenganku yang memar. Jangan hujani aku dengan pikiran semacam itu. kalian telah membuatku seolah rela melakukan apa yang kalian pikirkan sehingga semuanya tampak sempurna. Jangan pasang wajah seperti itu, seolah kalian tak dapat berdiri tanpaku, membuatku goyah.Berat mengatakannya... Aku lelah tapi tak juga dapat berhenti. Bukankah kalian hebat jadi biarkan aku berlari. Aku tak ingin mengeluh tapi aku tak punya bahu untuk kusandari, aku hanya punya sudut diruangku sendiri. Disini. Yang kutahu kita ini seperti sebuah buku yang tak dapat diterka hanya dengan membaca satu halamannya saja tapi kenapa kalian sulit membaca halaman selanjutnya.
Rabu, September 14, 2005
halaman selanjutnya ternyata hilang…
Langganan:
Posting Komentar (Atom)








Tidak ada komentar:
Posting Komentar