Novel karya mba Fira ini tadinya kupikir bercerita soal dunia didalam jendela2 yg dia liat ato mungkin ia ingin cerita soal dunia dari dalam jendelanya sendri tapi ternyta lain. Jendela2 adalah tentang rasa cinta, kehidupan bebas, perselingkuhan, kepercayaan bahkan tentang jemuran dengan bahasa yg bercerita. Mba Fira seperti senang berlama2 bercerita tentang sesuatu yg sebenarnya hanya sebagai pelengkap n nggak terlalu penting serta seolah2 ingin menjelaskan sesuatu agar konflik yg dirasakan dapat juga dirasakan si pembaca. Novel ini juga masih ngangkat soal Singapura yg sempit, pekerjaan yg naik-turun dan perselingkuhan yg nekat, tapi ada sesuatu yg menarik saat June berpikir tentang ngapain pusing2 mikirin soal politik sebenarnya tanpa ia sadarin ia sudah terlibat ngomongin politik bahkan mbandingkanya, dia bercerita ttg kitab Serat Camporet dan Serat Jayengbaya. Dalam kepustakaan jawa kitab2 tsbut dtuls olh Ranggawarsita ato Mas Ngabehi Sarataka ato Kiyahi Sarataka waktu masih menjadi mantri Carik Kadipaten Anom. Kitab serat Jayengbaya ini bercerita ttg seorg bnama Jayengbaya yg senang bkhayal. Ia bkhayal memilih bbgai macam khidupan n jabatan yg bbeda2. Dari calo kuda, pemain topeng, pengacara, pencuri, orang gila, anjing bahkan menjadi Tuhan, tapi saat berangan2 mjadi Tuhan, ia merasa ketakutan n memilih lbh baik disambar geledek. Pada intinya ia kapok n memilih menjadi diri sendiri. –ini sebenarnya cerita soal novelnya mba Fira ato kitab Serat Jayengbaya sih- ups!!! keduanya deng.Disini juga yg plng penting adalah blajar memaafkan sekalipun itu trasa berat n menyakitkan tp semua jadi indah saat semuanya berhasil kita lalui.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar