Jumat, September 30, 2005

Mereka Bilang, Saya Monyet!

Kumpulan cerpen mbak djenar maesa ayu ini udah dr dulu bikin hati penasaran. Khusus cerpen berjudul mereka bilang, saya monyet! Ini beda dari kebanyakan cerpen yg saya baca. Memandang orang2 dalam satu ruangan dan memberikan gelar pd mereka sprt kebanyakn binatang dan melekatkan sifat2nya pada manusia dihadapan saya membuat saya merasa saya adalah makluk paling mulia. Menggelari manusia seperti binatang membuat saya merasa mereka pantas. Pelecehan seksual, perkosaan yang dilakun ‘lintah’ membuat saya merasa sungguh bodoh rasanya ibu yg mmelihara lintah itu. belum lagi Mayra yang melukis ayah ibu membuat saya merasa ingin sekali membawa Mayra bersama, karena saya juga melukis jendela yg saya inginkan. Soal Durian, Wong asu dan Asmoro gambaran hiperbola kemunafikan sangat terasa, meski kadang saya sulit memahaminya. Untuk ‘waktu Nayla’ saya selalu berusaha mencoba memahami bahwa setiap detiknya spermilidetiknya begitu menegangkan.

Tidak ada komentar:

 
;