tentang buku inisaya masih merasakan euphoria sampai saya selesai membacanya. senang menemukan buku periklanan berbahasa
setelah beberapa dedengkot saya alias dosen saya menerbitkan tulisannya, salah satunya –ini spesial- yang memuat foto anaknya sendiri (ini membuat saya tertawa mengenangnya) telah menorehkan tandatangan sebagai bentuk dukungannya terhadap pameran karya saya beberapa waktu lalu, rasanya saya patut berterimakasih. apalagi pada para praktisi yang meluangkan waktunya yang berharga itu, terutama pada budiman hakim.
membaca tiap bab buku ini, sepertinya saya mendengarkan dosen saya berbicara dan menerangkannya. hanya saja kali ini pure seorang praktisi dan tidak amphibi. ada hal2 yang membuat saya menjadi ingin debat kusir karena memang ‘dosen baru’ saya ini tidak menggurui, yups, kita tidak selalu sepaham bukan. beberapa hal saya akui saya mengalaminya dan beberapa hal quelle que surprise!! banyak hal yang belum saya alami sekarang, apalagi ketika menempel di kursi kampus.
buku ini semacam cara bagi para praktisi untuk berbagi sesuatu dengan lebih jauh. tidak perlu detail dan menjlimet tapi sesuatu yang layak untuk disharingkan. masak puluhan tahun berkarya tidak ada yang bisa dibagikan. dan buku ini bagi kami, yah...beginner dan mahasiswa adalah obat pencahar.
jarang2kan orang kreatif berbagi ilmunya, apalagi sok menyalurkan hobi berbagi. image orang kreatif yang kadang cenderung individualistic meskipun dapat bekerja dalam tim masih sering saya temui. karena dulu boleh diakui saya seperti itu.
dibuku ini pula kita diajak berpikir ngelantur, yah kalo ngelantur bisa menghasilkan ide kenapa nggak, cuman gimana agar tetap relevan yah, baca aja bukunya. beberapa contoh yang dihadirkan meskipun bukan baru bagi saya tetapi tidak salah untuk diingatkan relevansinya.
saya akui beberapa praktisi sering menganggap para akademisi sesat, jangankan sesama dosen, saya kadang merasa sedang digurui bahkan dibodohi dosen. seperti ada mainset yang dirancang para dosen dalam benak saya, ketika mengerjakan tugas2 yang sering membuat saya kurang tidur (padahal saya memang kalong).
saya sering bilang pada diri saya karena saya terpengaruh dengan seorang dosen saya yang berambut putih semua, (sebenarnya dia bukan dosen jurusan saya) “ris, jangan selalu menempatkan diri sebagai eksekutor jadilah konseptor, dan bergerak dan berpikirlah dinamis” dan sejak saat itu, it’s my passion.
jadi apapun yang kita bagi, meskipun kita sendiri tidak merasakannya, itu menjadi hal yang berharga bagi orang lain karena ia belajar dari kita. yah semacam kekuatan memberilah.
kalau dibilang, kita akan menemukan dunia yang begitu berbeda saat kita terjun dalam industri ini, itu benar. saya salah satu korbannya, sekalipun background saya design. pengetahuan saya tentang ‘art and design’ dan kecakapan saya cuap2 tidak berarti apa2 saat portfolio yang berbicara. yups, untuk dapat pekerjaan di bidang ini kita nggak dites layaknya merekrut seorang akuntan. saya bahkan tidak mengirim satupun lamaran pekerjaan sejak saya lulus. saya termasuk beruntung. hei, ini bukan prestasi. karena sampai sekarang saya luntang lantung menjadi freelance diberbagai bidang termasuk menjadi decorator dan make up artist.
sebenarnya saya dan beberapa teman bergerilya mendirikan sebuah house of design sejak tahun ketiga saya kuliah hingga kini. sebagai apa? banyak rangkap dan pangkat. dari marketing, creative director, designer graphis, koreografer, stylish, copywriter hingga traffic. saya juga pernah menjadi creative and fasilitator pada beberapa event, karena kebetulan house of design kami juga kerja sambilan di ladang event organizer dan photography.
kalo boleh menulis daftar apa yang saya pernah lakukan saya seharusnya bangga bisa melakukan apapun, tetapi tetap saja saya ingin one day saya stay disatu hal.
saya tetap bermimpi suatu hari nanti saya, entahlah, apakah masih ada keinginan untuk bekerja di sebuah perusahaan periklanan besar, meskipun harus merangkak lagi lalu menjadi seorang creative director ATAU saya malah asik dengan rutinitas saya yang awalnya tidak jelas dengan tetap berlabel creative director merangkap banyak hal tetapi berdiri dengan kaki saya sendiri.
yang jelas saya tetap saya, yang disetiap mimpinya selalu ingin menerbitkan buku saya sendiri.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar