Selasa, Januari 15, 2008

being 20-something is hard!

lagi, lagi, lagi sebuah novel dengan cover eye-catching menarik untuk diajak pulang. dan lagi-lagi tentang quarter life crisis!!

being twenty-something itu memang gw and like everybody knows is hard!
yups, after years of expansive education, a car full of books and anticipation, I’m an expert on Shakespeare and that’s a hell of a lot, but the world don’t need scholars as much as I thought!!!!

novel ini sebenarnya menarik, semua orang mungkin melaluinya. meskipun ini bukan gw banget. yups, ini about love, and I’m not in love.
quarter life crisis sebenarnya tidak melulu about love or finding someone, cuman tentang cinta dan prosesnya itu bagi sebagian besar perempuan adalah mereka banget. ya kaaan!

tulisannya dewi pravitasari ini bercerita tentang saraswati dengan background ‘blink-blink’ yang terlibat cinta (yup, CINTA!??) segitiga, terjepit antara kakak-adik. bagaimana mengungkapkan cinta itu lebih sulit dari memahat gips untuk tugas nirmana II jaman gw kuliah dulu. bagaimana kita tidak bisa mengubah semua yang sudah terjadi, termasuk jika bubur gips itu mengeras diember, dan tangan kita dijangkiti panas yang membakar. dan bagaimana kita pada akhirnya merasa bahagia akan cinta itu apapun bentuknya, melebihi bahagianya saat karya kita dipamerkan.

yups. love is pain but love still sweet more than candy. yang gw tahu kita akan menemukan cara sendiri untuk mendapatkan cinta sebenarnya dengan cara yang misterius. cieeee...

oke, rumput tetangga kadang lebih subur dari rumput halaman sendiri. this phenomenon still paten di otak siapa aja. jika hampir setengah lebih teman2 loe udah pada nikah, dan sepertiga lainnya siap tempur dengan pasangannya, ditambah seperenamnya dari semuanya sudah paten dengan gandengan barunya, sementara elo menjadi satu dari seperenam sisanya yang gitu2 ajah, ja-ngan seee-dih. banyak kok yang bisa dilakukan lebih dari mikirin kantong rahim yang mulai mengkrucut. hei expaired-nya masih lama kok!! bingung? callin’ me ajah! kta bisa keluar bareng.

balik lagi ke novelnya, kata datuk taufik ismail atau prof sapardi djoko damono atau sebenarnya konklusi gw aja, kita harus banyak membaca, dengan banyak membaca kita akan mudah menulis, setidaknya yaa skripsi loe gitu.
dan terakhir, im very proud to be a part from “world of design”. yups, kadang kami suka memanipulasi meski maksudnya bukan begitu.

Tidak ada komentar:

 
;