Grand melia, prefunction II mutiara ballroom jadi rame banget, pasalnya Matari ngerayaain ultahnya sekaligus peluncuran buku Rumah Iklan punya-nya pak Bondan Winarno. Mungkin rasanya pernah denger nama itu, yaiyalah…ternyata bapak mak nyosss ini bisa juga buat buku. Hehehehe…maksudnya bukan ngina tapi nggak disangka aja. Mungkin banyak yg kenal dia hanya sebagai pembawa acaranya Wisata Kuliner aja, kyk Bu Ziyan itu.
Dipameran ini ada hal yang unik banget. Matari menayangkan iklan2 televisinya yang umurnya udah hampir seumur gw. Salute!!!
Dosen gw pernah cerita beberapa kali tentang bagaimana ia dulu mendesain sebuah iklan media cetak. Betapa itu tidak semudah sekarang dimana teknologi bisa mewujudkan segala kemungkinan. Ternyata computer untuk mendesain itu benar segede itu. Nggak nyangka betapa makan tempatnya.
Banyak iklan media cetaknya pernah kita lihat dimajalah atau dimanapun dan telah memenangkan berbagai penghargaan. Iklan2 masa sebelum tahun 1990an juga pernah gw lihat dibundelan majalah gadis bahkan saat gw belum bisa baca. Takjub, itu feel yang gw rasa bukan karena teknologinya tapi karena kelampauannya meskipun dalam beberapa decade saja.
Oh iya… mungkin kita cuman bisa melihat iklan rokok yang menampilkan rokok dan asapnya hanya disini. Jaman dulu ini masih diperkenankan tapi sekarang jangan harap. Tapi melihat iklan rokok itu rasanya jadi mual. Bagaimana tidak, polos sekali caranya menggambarkan iklan itu. Disetiap kesempatan seorang pria selalu merokok dan menawarkan rokok yang dimilikinya dengan durasi iklan yang lama, yang kalo sekarang gw rasa itu iklan adalah iklan dengan cost rate media televise termahal.
Mungkin ada hikmahnya kenapa iklan rokok punya banyak aturan. Bukankah celah berkreativitas itu justru lebih terasa saat larangan terasa keras.
Selamat buat MATARI








Tidak ada komentar:
Posting Komentar