Jumat, Mei 02, 2008

Jika oma, mammi, mamam dan aku bersama dirumah ibu.

Hari ini kenaikan isa almasih, saat semua ke gereja aku disini dirumah ibu. Bersamaku, kami empat generasi. Sore yang indah, kami duduk melingkar, terhalang kursi plastic tempat mamam meletakkan perangkat makan mammi. Aku duduk dilantai menengadah pada mereka. Tiga generasi yang sibuk menikmati mie ayam belakang rumah. Mereka sibuk berbagi, makan lalu sesekali berbicara membandingkan rasa mie yang dipesan.

Aku memang tidak pernah menyangka kami duduk bersama seperti saat ini. Wanita2 didepanku ini adalah wanita terhebat yang pernah kumiliki, seluruh hidup mereka telah mereka abdikan untuk keluarga dan pekerjaan mereka.

Aku tertawa saat mammi membicarakan keriput yang dimilikinya. Oma tertawa keras dan mengatakan kita tak bisa melawan usia, lalu oma melihatku. Aku sibuk mengetik sms menjawab ajakan teman2ku. Hari ini saat semua libur, aku dan teman2 berencana nonton dan sejak tadi kami sibuk saling menghubungi. Ada cerita2 yang mengalir dari bibir mereka tentangku, kenakalanku, pekerjaanku, setitik jerawat dipipi kiriku dan segala hal yang membuatku mendapatkan persepsi yang berbeda tentang diriku.

Yang aku tahu sendiri itu nggak enak tetapi dengan kesendirian kita bukannya kita bisa saling menguatkan.

Tidak ada komentar:

 
;