Takut juga ngomong sama dia. Takut kelepasan mengingat duka. Maklum saat itu gw sama sekali nggak menghiburnya. Yg gw tahu, gw menyadari dengan benar klo dia sangat-sangat sedih.
Lama kongkow di chatroom baru sadar klo ternyata dia masih di Brisbane. Sial. Dan lagi nganggur udah sepuluh bulanan ini. Mau pulang rate tiket lagi mahal2nya. Maklum holiday. Kacian benget. Mungkin lain kali bisa hangout bareng. Gw masih tinggal sama ortu gw. Hiks.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar