Lagi duduk diantara keramaian. Melihat sejenak aktivitas disekelilingku. Menunggu teman yang sudah dua bulan lebih tidak berjumpa. Sinar matahari jatuh di hadapanku. Biasnya indah. Di kedua tanganku ada buku terbuka. Buku yang menjawab tanyaku dan akan terus memberiku gambaran kesimpulan atas uraian-uraian yang mengisi kepala, otak dan rongga dadaku.
Aku lelah bermain dengan alpha. Membiarkannya menata rumahku seumur hidupnya. Rasanya sangat lelah selalu mengontrol emosi. Membiarkan seluruh hidup dikendalikan oleh logika dan mempertanyakan semua yang terjadi.
Angin semilir membuat daun bergerak lembut. Angin itu pula yang seolah memberiku hati seluas samudra. Menghembuskan nafas seperti melepas sesuatu.
Kurasakan wajahku menghangat.
Langit siang menjelang sore tadi itu biru.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar