sebelum jiffest meluncurkan film ini, gw sudah mengkristalkan dalam diri gw kalau gw harus nonton. seperti seleksi dari becoming jane (I love Jane!) dan pride and prejudice yang notabene about jane austen.
persamaan diantara keduanya, atonement dan pride and prejudice adalah sebuah pemberontakan terhadap kenyataan. mungkin jika bisa, setiap orang ingin kisahnya lebih dari sekedar heroic, mengharu biru, penuh penderitaan dan sebagainya, karena yang terpenting bagaimana mereka bisa happily ever after (tentunya tanpa melirik kisah cinderlela)
yang tertinggal dari film ini adalah emosi yang masih gw rasakan. mungkin jika kita udah pernah liat pride and prejudice kita akan merasakan auranya. begitu juga jika melihat becoming jane, pemberontakan terhadap patriarki masyarakat eropa yang menilai rendah kedudukan perempuan hingga kisah monalisa smile.
wanita-wanita ini tanpa kita sadari berteriak tentang kedudukannya dan nilainya dalam masyarakat. tapi lagi-lagi ironis bagi jane, setidaknya ia sudah meninggalkan pride and prejudice tercipta seperti harapannya.
back to atonement, Keira Knightly dan James McAvoy, kisah mereka dipisahkan oleh imajinasi berlebihan seorang anak perempuan, yang bercerita seolah apa yang diimajinasikan senyata yang dilihatnya. tanpa kita sadari mungkin kita juga pernah seperti itu, apalagi itu semua bertentangan dengan harapan kita. yup, gadis kecil itu menyukai sang pembantu (McAvoy) tetapi pembantu itu telah memilih sang kakak (Knightly). selanjutnya tonton saja yak!
beberapa adegan tampak seperti alur maju mundur tapi sebenarnya disitulah kunci kisahnya. buat ziyan mungkin loe akan selalu berisik sibuk bertanya selama nonton ni film, padahal ia menyadari sendiri iq-nya nggak jongkok wee!! v(>,<)v
lagi,lagi dan lagi...gw bukan pengamat film dan nggak suka menilai yang bukan porsi gw tapi gw suka gaun hijau loe Kei!








Tidak ada komentar:
Posting Komentar