gw udah nonton dan ternyata jauh dari ekspektasi gw, bayangan gw tuh dikit2lah kayak Pearl Harbour ala Indonesia, apalagi deretan nama balik layar hollywoodnya kan kenceng, coba baca ini :Dibesut dalam format film 35-millimeter, MERAH PUTIH melibatkan ahli perfilman internasional terbaik dalam bidang special effects dan tata teknis lain yang berpengalaman di perfilman Hollywood: Koordinator Special Effects dari Inggris Adam Howarth (SAVING PRIVATE RYAN, BLACKHAWK DOWN), Koordinator Pemeran Pengganti Rocky McDonald (MISSION IMPOSSIBLE II, THE QUIET AMERICAN), Make-Up dan Visual Effects Artist Rob Trenton (BATMAN - THE DARK KNIGHT), Ahli persenjataan John Bowring (CROCODILE DUNDEE II, THE MATRIX, THE THIN RED LINE, AUSTRALIA, X-MEN ORIGINS:WOLVERINE) dan Asisten Sutradara Mark Knight (DECEMBER BOYS, BEAUTIFUL) -dari sini-
gw jg mikirnya, aiihhh...keren apalagi gw denger budgetnya paling menohok (60 eMber), ditambah deretan artisnya capcay lah.
gw pikir akan ngerasain aroma perjuangan, adrenalin yang membangkitkan smangat 45 (kayak rasa2 saat nonton GIE). but selain ceritanya jadi ’udah gituh ajah’, meskipun tulisan akhirnya THE END, gw nggk liat bagian paling paling paling ’dahsyat jiwaraga’ dr film ini, yang gw inget cuman ledakan besar sebuah rumah pas adegan Belanda mulai menyerang setelah pesta dansa2an, selain itu biasa ajah (mungkin itu adegan pas gw lg benerin duduk gw, jd kelewat).
dari segi cerita, film ini mencoba meramu semua hal yg khas Indonesia banget, seperti kenekaragaman suku, agama, bahasa, status sosial dll. sayangnya sebagai orang yang cerewet dan sok teliti agak nyebelin juga sih waktu liat2 kekonyolan2 seperti bagaimana mungkn saat udah berlari dan bertempur nggk jelas itu bajunya tetep rapih n bersih :P
yang konyol adalah ada scene dimana donny alamsyah itu sudah 'menjarah' gudang senjata Belanda, tapi lukman sardi dengan kecewanya berkata bahwa dia tidak tahu apa yang harus dilakukannya karena tidak punya pasukan, senjata serta amunisi. padahal scenenya donny sudah lewat dan arrgghhh liat sendiri deh.
tapi gw suka quotenya : seorang pemimpin boleh mengatakan apapun kecuali satu hal; tidak tahu.
sebagai film perjuangan sepertinya ada banyak hal yang mau dimasukkan, meskipun jadinya setengah2. tapi ada jiwa patriotik (meskipun gw nggk merasakannya dengan kental), ada kebersamaan (ketimbang kesetiakawanan), ada humor dan kekonyolan, ada pengkhianatan, ada bom dan kebakaran, ada kepengecutan dll deh campur rujak.
dan pelarian dalam hutan tidak sedikitpun mengeksplor keindahan hutan (yaiyalah ini kan bukan national georaphic apalagi anaconda..ini hanyalah jawa) tapi gw tidak merasakan suasana mencekam, kekesalan akibat dari tindakan keji yang biasanya sedikit menimbulkan empati (mungkin perasa gw udah tumpul) adegan bertempur kita -katakanlah tembak2an-, gw juga nggak merasakan kesuperdahsyatan kekuatan hollywood disini, angle2 jg kbanyak close up. gw seperti kehilangan kekuatan gambar dari seorang penggarap laskar pelangi dan the photograph. tapi entahlah mengkin gw memang dasarnya sok tahu dan mungkin gw cuman bisa bilang 'begitulah gaiyah kitah'
MUNGKIN BENER akan ada trilogi, mungkin juga maksudnya trilogi film perjuangan, karnakan ada film lain ttg perjuangan kayak ttg ’cut nyak dien’ dan ’ruma maida’. kalau beneran ada lanjutannya, gw usahain tetap nonton kog. mau tau 'kejahatan' apa yang bisa dibuat oleh orang2 hollywood itu :)
well, gituh ajah review gw. buat yang baru mau nonton, aktingnya donny alamsyah okeh loh sangat menjiwai, sampe gw nggk 'enggeh dy ngomong apa (saking fasihnya), itung2 ngedukung film pjuangan lah, smoga memang ada yang bisa kita pelajarin dari kerjasama itu. mungkin memang baru sampai disitulah kemampuan film kita meracik kekuatan hollywood dalam film kita dan yang pasti dari semuanya c, ekspektasi gw ajah yang kelewat tinggi. yah klo kesel minimal bantulah ngembaliin modal -sadis bgt yak gw- bagaimanapun...caiyo perfilman indonesia :)
NB : oiyah jgn lupa nonton film ’merantau’ juga, its2thumbup bt ukran film indonesia :P








Tidak ada komentar:
Posting Komentar