Minggu, Juni 12, 2011

santai soal 'kapan kapan?'

"kapan nyusul?"
*ngerutin jidat sambil lirik ke atas* "sombongnya. baru juga resmi. nyopot tuh kebaya juga belum."

"cepet nyusul yah" oknum aaa sambil liat istri barunya.
*mata berbinar* "emangnya nggak pa pa gw ikut gituh. emang kalian honeymoon dimana?"
"dasar!!!" *muka membunuh*

"gw doain lo besok dilamar"
*bingung* "kog tau?"
"ahhh..serius?!" *tak kalah terkejut*
"project merchendise promosi gw goal kemarin, trus anak perusahaannya tertarik, hebat loe ada bakat cenayang"
*tepuk2 jidat sambil narik kepala gw buat dijedotin* "sakit loe!"

*ngibas2 tangan dari badannya kearah gw sambil nyium pipi gw kiri kanan* "cepet nular yah" ujar oknum ind.
*bingung sambil lirik suami barunya temen gw* "istri loe sakit yah"
suaminya cuman bisa geleng2.

"semoga cepet nyusul xxx yah" *doa tulus*
*senyum malaikat* "heheehee"
"kog ketawa... amin, gitu" *heran lalu nepuk bahu gw*
"oh iyah. makasih tante" *malu*
"aminnya mana?"
"eh iyah. semoga deh"
*muka merah temen gw, xxx disebelah emaknya, trus manggut2, merapatkan kedua tangannya seolah memohon sambil menggerakkan bibir a--mi--in*
"harus diucapin juga yah, nggak boleh di dalem ati"
*mukanya jelas bilang tinggal-bilang-amin-apa-susahnya* "bego!"

"nanti kalau ada yang dateng ke rumah ngelamar jangan di tolak yah" ujar ibu aji.
*liat muka emak gw*
"heheheheee" mamam ketawa. ohhh surga mmg ditelapak kaki emak.
gw dan mamam berjalan, "nanti kalau ada yang dateng mau nanya2 paket rias jangan ditolak yah, itu temen nie ma"

"nanti kita dukung kog"
*bingung*
"sebagai teman yang baik, kita support" ujar suaminya temen gw.
"apaan?" kata gw sebelum ninggalin mereka.
"ya nikah lah ka' " jelas suaminya temen gw, senyam senyum.
"ya ampun mas. emangnya dia mau pertandingan" ujar istrinya, si temen gw itu.
*gw takjub, satu lagi bentuk komunikasi pasangan yang sungguh ajaib*

"semoga cepet ketemu jodoh yah" ujar salah satu klien yang baru ajah ijab kabul.
"eh" *bingung*
"loh. belum nikah toh" ibunya klien ngeliat gw aneh.
"amiiiinnnn" ujar ibu yang lain.
*senyum dikulum, manggut2*
"kirain udah nikah"
*ngeliat muka mamam* "heheheeee"

"nie, kapan nih?" ujar ibu ustajah yg udah ngawinin 3 anaknya.
"kapan apa?"
"kapan apa?! kapan nyusul? masak ibu udah tiga kamu belum2 juga"
*meringis bego* "ohh nikah. kirain melahirkan"
"iya nih, ngurus nikahan orang mulu sih, urus dong nikahan sendiri" timpal anak yang tertua.
*senyumakinlebar*

"semoga panjang umur"
"amin"
"selalu diberikan kesehatan"
"amin"
"selalu dalam lindungan-Nya"
"amin"
"semoga pintar"
"amin"
"banyak rejeki"
"amin"
"banyak pengalaman"
"amin"
"proyeknya banyak"
"amin"
"enteng jodoh"
"emang berat yah? kalo berat seret ajah"
*jeduk* "tinggal bilang amin ajah"

"nih makan" ujar sepupu gw
"biar cepet nyusul si penganten" ujarnya lagi sambil ngeliat gw makan.
"gw minta dari seserahan. katanya cepet nular" ujarnya lagi tanpa dosa.
*pengen muntahin pisang yang nyangkut ditenggorokan*

"abis xxx, trus yyy, lalu zzz" ujar emaknya yyy sambil nunjuk satu2.
*ketawa* "ngabsen tante"
"biasanya kalo satu nikah yang lain nyusul" jelasnya.
"teori dari mana tant' "
"ahhh yang begituan nular" jelasnya lagi.
"wah kudu ke rumah sakit minta vaksin"
"buat apaan?"
"kan nular"
*dijewer gw*

"nie, loe diundang www lamaran yah" tanya emaknya fff, temen gw.
"iyah mama fff"
"lo ke rumahnya dong, kan jauh di bekasi"
"iya, rencananya kita dateng" jelas gw sambil ngeliat fff yang manggut2.
"ngapain? ntar ngiri loh?! biar nular yah"
"enggak cuman mastiin die bener mau nikah pa kagak, soalnya riwayat gagalnya banyak. semacam support aje"
*kepala gw ditoyor*
-yang ini gw punya ceritanya sendiri-

"lagi ngapain?"
"lagi ngurus prewedd"
"wah selamat yah..."
"selamat apa?"
"mau nikah kan?"
"oh bukan...lagi bantuin ade poto prewedd"
"yah...dilangkahin yah! kamu gimana sih!"
"oh bukaaaan...ade photographernya"
"ohhh...trus kamu kapan?"
"nanti abis ini"
"loh kog nggak ngundang2?"
"apanya?"
"memangnya kapan resminya?"
"bukan...abis ini aku moto juga"
"ohhh...trus kamu kapan?"
"kapan apa?"
"nikah"
"nanti kalau sudah cukup pantas ah"
"lohkog?! belum siap?"
"belum cukup pantas"
"tapi kamu sudah cukup umur"
"kalo gituh belum ingin"
"nggak baik loh kalau nunda"
"emangnya hamil"
"trus kapan inginnya"
"yah nanti kalau sudah ingin"
"kamu nggak nyari sih"
"emangnya ilang pake dicari?"
"nyarinya yang bener donk"
"kamu punya gps nggak sih?"
"kenapa?"
"bisa baca gps nggak?"
"bisa"
"kalo gituh nggak ada alasan kamu nyasar. cepet sini"


"yah...kog udah pulang aja. sebentar amat. kayak ngedip. kan baru 3 hari" ujar gw saat melepas kepulangan saudara jauh yang bertandang dan menginap dirumah.
"nanti aku datang lagi. main kesini lagi" ujar anak perempuannya -adik sepupu gw-
"kapan?"
"nanti mba nie ajah yang ke sana toh, gantian"
"nie ajah udah berkali2 loh ke sana, jadi kalian ke sininya juga harus berkali2 dulu. biar impas"
"anu, nanti kalo mba nie menikah, aku ke sini lagi"
*speachless*
kasian amat nunggu gw kawin dulu, baru pada ke rumah.
semenjak itu gw nggak lagi2 ngungkit soal mengajak saudara jauh bertandang dan menginap di rumah. serius. kasihan yah saudara gw.

 ** semua yang diceritakan diatas nggk patut dipercaya kog. sudah dimelodramain. nggk patut di coba dirumah. okeh *piss*
*** selamat atas pertunangannya temen gw
Published with Blogger-droid v1.6.9

Tidak ada komentar:

 
;