Mau mengambil hati bokap? Gampang caranya. Nggak perlu pake sooookkk perhatian, soooookkk nunjukin sayang sama anaknya. Bukan juga soal hobby badmintonnya, tapi cukup tanya padanya apa kabar burung burung peliharaannya. Dijamin dia akan terkesan. Yup, burung burung itu adalah hidup barunya bokap gw.
Sudah lebih 3 bulanan ini kesibukan baru bokap gw bergeser. Awalnya anak dan istrinya adalah pusat kehidupannya, sekarang burung burung itulah gantinya. Nggak percaya? Mangkanya cuba tanyakan deh, niscaya loe akan lihat matanya berbinar, senyumnya nggak lepas lepas dan tawanya terdengar di antara semangatnya bercerita.
Tahukan beberapa bulan lalu gw sempet cerita tentang keinginan si papap tentang kesibukan yang dia inginkan di hari tuanya, yang membuat gw sadar bahwa bokap gw juga bisa tua. Gw semakin sadar, gw harus lebih perhatian sama dia. Sejauh ini gw bersyukur, rasa ingin tahu dan perhatian gw berada jauh dari sekedar basa basi. Jujur, pada awalnya gw nemenin papap ke sana ke mari itu lebih pada... papap nggak boleh ke mana mana sendirian, apalagi dia lebih sering bawa mobil ketimbang motornya. Nyokap selalu khawatir, bukan hal negatif tetapi lebih kepada takut bokap nggak awas, takut dia meleng soal jalan, atau takut sama keganasan pengendara lain. Inget kejadian tahun lalu, waktu gw jalan sama bokap dan mobil kita terjepit ditengah perempatan jalan yang macet, semua orang juga tahu tukang ojek itu tukang cari masalah. Galak meskipun salah. Saat itu bokap diam aja, nggak ambil pusing sama makian orang. Tapi gw emosi. Nah gw takutnya terjadi sebaliknya, bokap yang emosi.
Mungkin bagi sebagian orang gw terlalu mewek. Tetapi kapan loe pernah lihat bokap loe berbinar binar saat bercerita tentang hal yang ia sukai. Papap sekarang berani minta macem macem, nitip bukulah, majalahlah atau temenin dia jalan jalan ke tempat ini itu yang ada hubungannya dengan itu burung. Kadang kala dia juga suka cerita sendiri. Mungkin akhirnya ia punya bahan cerita kali yah. Tapi itu memang yang terjadi. Lebaran kemarin, open house di rumah juga banyak ngomongin burung. Beberapa orang mengaku denger suara burung. Apalagi burung yang dipeliharanya kategori bukan burung murah. Dan untuk orang yang ngerti, itu luarbiasa buat pemula macam bokap gw.
Yah, papap cukup beruntung. Yang dipeliharanya di -elo mungkin kaget- eh, gw belum pernah cerita yah bagaimana rupa kandang burung itu. Baiklah, gw cerita dulu deh. Di lantai atas itu ada sebuah kamar dengan teras yang dipakai untuk jemur pakaian. Ukurannya kira kira 4x3meter. Kamar tempat baju baju cucian biasa di strika plus gantungan besar pakaian yang sudah disetrika itu sudah disulap menjadi 3 rumah bagi 3 pasang burung. Fasilitasnya, persis kayak kondisi kandang burung di kebun binatang. Ada pohon, sangkar, dahan dahan, air terjun, sound *nggak becanda*. Sebagian kandang tertutup atapnya dan sebagian lainnya dibiarin terbuka dengan tralis. Kandanganya juga tertutup. Jadi jangan harap bisa ngeliat itu burung burung. Jadi itulah kenapa gw nggak bisa ngasih gambarnya. Apalagi itu burung cuman ditengokin sehari sekali. Kenapa begitu? Karena itu burung burung indukan yang akan menghasilkan anakan, jadi nggak boleh diintip, ntar dia stress *euw*. Jenis apa sih sampai diperlakukan begitu? Itu burung cucakrowo tipe roper. Berapa harganya? Tanya mba google ajah deh. Yang jelas buat indukan yang sudah pasti menghasilkan anak harganya membuat elo ngenes klo dia kenapa kenapa. Apalagi yang bokap punya itu adalah yang sudah menghasilkan anak. Dan anaknya belum ada ajah udah ada yang nawar.
Yup, balik ke bagian kenapa bokap gw beruntung. Karena bokap gw memiliki indukan. Indukan itu hadiah dari kakak ipar dari sepupu gw. Dan yang bikin bokap gw semakin beruntung adalah kakak sepupu gw itu baru saja kemalingan 3 pasang indukan cucakrowo dan 1 pasang indukan jalak bali (klo yg ini bersertifikat) yang bikin burung dirumah itu semakin disayang oleh dua keluarga. Bokap beruntung karena indukan itu ada dirumahnya dan tidak menjadi korban pasangan keempat.
Selain pasangan burung itu juga ada burung lainnya. Sepasang burung perkutut dan burung katcer *gimana yah nulisnya?* pokokny didengernya begituh. Khusus burung yang ini, dia sangat ribut, bukan parkit yah. Nggak bosen ngoceh, dan suaranya panjaaaaang. Kalau lo dirumah gw, berasa di kampung deh dengarnya *kebun binatang kallee*
Tetapi, benar yah. Bukan uang yang membuat orang bahagia meskipun sepertinya uang telah membawa bokap gw melengkapi kebahagiaannya. Kebahagiannya yang ini mungkin dibelinya dengan uang. Tetapi kecintaannya pada apa yang dia miliki, dia jaga, dia rawat, memenuhi harinya dengan kesenangan. Aahhh...gw berasa apa yang gw punya nggak berarti apa apa baginya. Tetapi gw berjanji, akan berusaha ada buat dia saat ia membutuhkan gw, termasuk menyukai peliharaannya itu ^^








Tidak ada komentar:
Posting Komentar